Minggu, 03 Juni 2012


PENGARUH PEMBERIAN PUPUK CAIR TNF DAN PUPUK KANDANG KERBAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG 
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Jagung telah dikenal dan ditanam oleh masyarakat Amerika Utara sejak 200 tahun sebelum masehi, tetapi asal tanaman jagung belum dapat diketahui secara pasti. Bangsa Indian telah menanam jagung yang kemudian dikembangkan oleh penjelajah dari Eropa pada abad 17, yang di gunakan sebagai pakan ternak dan bahan makanan manusia. Pada era industrial, jagung telah diusahakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan minyak jagung dan dapat dikembangkan sebagai bahan untuk pembuatan etanol. (Sudarsana, 2000). 
Jagung manis merupakan komoditas pertanian yang sangat digemari terutama oleh penduduk perkotaan karena rasanya yang enak dan manis banyak mengandung karbohidrat, sedikit protein dan lemak. Budidaya jagung manis berpeluang memberikan untung relatif tinggi bila diusahakan secara efektif dan efisien (Sudarsana, 2000).
Hampir semua bagian dari tanaman jagung manis memiliki nilai ekonomis. Beberapa bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan diantaranya, batang dan daun muda untuk pakan ternak, batang dan daun tua (setelah panen) untuk pupuk hijau / kompos, batang dan daun kering sebagai bahan baker pengganti kayu bakar, buah jagung muda untuk sayuran, perkedel, bakwan dan berbagai macam olahan makanan lainnya. (Purwono dan Hartono, 2007).
Tanaman jagung manis selama ini sudah cukup lama dibudidayakan oleh masyarakat, namun teknologi budidaya relatif tidak berkembang. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk menghasilkan produksi jagung manis. Salah satunya dengan mengkaji dosis pemupukan yang optimal bagi produksi jagung manis dengan menggunakan pupuk organik dan anorganik (Hafsah, 2004).
Pada dasarnya semua tanaman dapat diberi makanan (pupuk) baik melalui organ yang di atas tanah dan organ di bawah tanah. Pemupukan melalui daun dengan bahan - bahan gizi yang terkandung dalam TNF sebagai chelate (alamiah) itu, mendorong proses metabolis dalam tanaman dan dengan demikian merangsang serapan bahan - bahan mineral (unsur hara) oleh akar. Oleh karena itu, pemupukan melalui daun lebih efektif daripada yang diduga apabila dilihat dari sudut banyaknya unsur hara yang diberikan (Anonimous, 1996).
Pupuk organik mengandung unsur hara makro yang rendah tetapi mengandung unsur mikro dalam jumlah cukup, yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk organik juga mempengaruhi sifat fisik, sifat kimia, maupun sifat bologi tanah, juga mencegah erosi dan mengurangi terjadinya keretakan tanah (Sutanto, 2002).
Keuntungan penggunaan pupuk daun antara lain, respon terhadap tanaman sangat cepat karena langsung dimanfaatkan oleh tanaman. dan tidak menimbulkan kerusakan pada tanaman, dengan catatan aplikasinya dilakukan secara benar. Sebenarnya, kandungan unsur hara pada pupuk daun identik dengan kandungan unsur hara pada pupuk majemuk. Hanya saja, faktor sifat fisik dan sifat kimia tanah tidak dijadikan sebagai faktor utama. Sebagai faktor utamanya adalah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi perkembangan dan peningkatan hasil panen. (Novizan, 2001).
Penggunaan pupuk kandang sudah cukup lama diidentifikasikan dengan karena pupuk kandang memang dapat menambah tersedianya unsur hara bagi tanaman. Selain itu, pupuk kandang juga mampunyai pengaruh yang positif terhadap sifat fisik dan kimiawi tanah, mendorong perkembangan jasad renik (Sutedjo, 2002).
Dari uraian yang dikemukakan, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Respons pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis  (Zea mays saccharata sturt) terhadap pemberian pupuk cair TNF dan Pupuk kandang kerbau”.
1.2. Perumusan Masalah
1. Apakah terjadi interaksi antara pupuk TNF dengan pupuk kandang kerbau    terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis.
2. Jika terjadi interaksi, pemberian manakah yang memberikan hasil terbaik
1.3. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui Respons pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata sturt) terhadap pemberian pupuk cair TNF dan pupuk Kandang Kerbau.
1.4. Hipotesis Penelitian
1.      Ada respons pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt) terhadap pemberian pupuk TNF
2.      Ada respons pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata sturt) terhadap pemberian pupuk Kandang Kerbau.
3.      Ada respons pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt) terhadap interaksi pemberian pupuk TNF dengan pemberian pupuk kandang kerbau.
1.5. Kegunaan Penelitian
1.      Sebagai bahan penulisan skripsi yang menjadi syarat mengikuti ujian Sarjana  Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar, Meulaboh
2.      Sebagai informasi budidaya jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar